Mulai Mengenal Investasi dan Pasar Keuangan

Sering kali masyarakat dibuat bingung dengan berbagai macam produk investasi. Namun, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui tentang investasi dan pasar keuangan. Karena hal itu, Badowi & Company akan berbagi tentang seluk beluk investasi dan pasar keuangan. Ini cocok bagi kalian yang ingin memulai menjadi investor. Mungkin banyak dari kalian yang sudah menekuni bidang investasi, seperti saham, danareksa atau bahkan kalian lebih cenderung suka investasi di sektor riil. Badowi & Company akan berbagi tentang Apa itu investasi dan lingkungan investasi itu seperti apa.

Secara umum investasi itu ada dua jenis yang pertama itu aset riil dan yang kedua aset finansial. Mungkin sudah ada yang tahu tentang perbedaan kedua jenis investasi itu? Oke nanti Badowi & Company juga akan membahas tentang investasi itu, jangan kuatir. Nah seringkali juga, ketika kalian bermain investasi mendengar yang namanya risk return trade off yaitu high-risk, high-return, lalu ada juga eficient pricing. Nah yang tak kalah pentingnya tentang dunia investasi yaitu mungkin ada sedikit kekhawatiran seperti contoh krisis finansial pada tahun 2008 terjadi subprime mortgage yang ada di US sehingga mempengaruhi pasar keuangan di sana dan berdampak bagi pasar keuangan secara global salah satunya di Indonesia. Jadi sebelum menjadi investor, kalian juga harus tahu tentang perekonomian secara global.

Oke, pertama mari kita lihat perbedaan antara investasi yang dilakukan di aset riil dengan aset finansial. Secara umum investasi di sector riil itu memiliki karakter, yaitu mempunyai kapasitas produktif seperti gedung, mesin, intelektual property misalnya buku, tanah dan lain sebagainya. Sedangkan aset finansial itu tidak memiliki kontribusi yang secara langsung mempunyai kapasitas produktif namun aset finansial memiliki klaim pada aset riil contohnya saham dan obligasi.

Nah, kalian lebih cenderung sebagai investor di aset riil atau aset finansial? Tentunya masing-masing  punya plus dan minus tersendiri dan tentunya kalian juga harus mempertimbangkannya sesuai dengan tujuan investasi kalian.

Nah pada kali ini Badowi & Company tidak begitu banyak membahas tentang investasi di sektor rill ya. Badowi & Company akan lebih banyak bicara tentang investasi di aset keuangan atau aspek finansial. Secara umum aset finansial itu ada tiga jenis, yang sering kita ketahui bersama contohnya seperti saham, obligasi, dan lain-lain. nah namun secara umum aku coba rangkumkan ada tiga jenis. Yang pertama adalah fixed income securities yaitu jenis saham yang memberikan kalian pendapatan tetap, tentunya model ini sudah memiliki formula sehingga kalian bisa mendapatkan pendapatan tetap sesuai keuntungan usaha dari investasi kalian. Contohnya seperti kalian membeli deposito. Nah seringkali di beberapa perbankan itu menawarkan deposito dengan keuntungan sekitar 8% ya. Kedua yaitu ekuitas atau saham. Saham ini yang seringkali sudah familar di lingkungan para investor, atau sering juga disebut common stock yaitu representatif kepemilikan atas sekian persen pada sebuah perusahaan. Nah yang ketiga yaitu produk derivatif produk produk derivatif. Maksudnya derivative ini yaitu produk-produk yang memberikan timbal balik dengan harga tertentu dari aset yang lain seperti saham tadi. Contoh produk derivative atau underlying product yaitu bisa obligasi, saham, dan bursa valuta asing.

Tapi selain ketiga jenis tadi ada juga tipe-tipe investasi lain contohnya investasi di mata uang atau currency serta komoditas berjangka yaitu investasi perusahaan terhadap komoditas yang digunakan untuk mengurangi resiko di masa depan. Tapi ini jarang ya dilakukan oleh masyarakat pada umumnya hanya untuk beberapa perusahaan saja yang memang memiliki kepentingan.

OBROLAN INVESTASI: KUPAS TUNTAS INVESTASI DAN PASAR KEUANGAN – COCOK BAGI INVESTOR PEMULA
YOUTUBE: BUSINESS INSIGHT

Yang tidak kalah pentingnya dari lingkungan investasi ini, ada beberapa hal yang saling terkait antara pasar keuangan dengan kondisi perekonomian makro. Yang pertama adanya sebuah information rule yaitu semacam capital flow atau modal mengalir ke beberapa perusahaan yang memang memiliki prospek tinggi di masa depan. Contohnya pada saat ini di Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur kemudian pengembangan wilayah di luar pulau jawa. sehingga sektor yang memiliki prospek bagus secara ekonomi makro untuk masa depan di Indonesia yaitu adalah sektor perbankan dan manufaktur. Contohnya untuk sektor perbankan yaitu ada BRI kemudian ada Bank Mandiri, ada BNI dan BCA. Sedangkan untuk sektor manufaktur ada juga seperti Semen Gresik kemudian ada Indocement tunggal prakarsa kemudian ada Charon pokphan dan Astra Internasional. Itu tadi yang aku Sebutkan beberapa contoh saham perusahaan yang masuk di blue chip. Sekedar informasi, mungkin ada yang belum tahu, saham blue chip itu adalah saham untuk perusahaan-perusahaan yang nilainya sudah tinggi sehingga harganya pun juga sudah di level atas selain itu juga perusahaan ini memiliki prospek yang bagus di masa depan sesuai dengan kondisi perekonomian makro saat ini.

Selain Peranan informasi ada juga yaitu adalah consumption timing. Consumption timing ini adalah menggunakan sekuritas untuk menyimpan kekayaan dan mentransfer standard konsumsi-konsumsi kalian saat ini ke masa depan. Artinya, kalian bisa mendistribusikan kekayaan kalian saat ini untuk kehidupan yang berkualitas yang seperti anda harapkan Dan mempertahankannya sampai dimasa yang akan datang. Sehingga peranan dari sekuritas itu adalah kalian bisa mempertahankan kekayaan kalian.

Hal terpenting ketiga yaitu adanya alokasi resiko. Seringkali perekonomian makro itu menjadi pertimbangan kita dalam melakukan investasi di pasar keuangan. Sehingga investor kadangkala juga melakukan sebuah seleksi terhadap resiko-resiko akan terjadi melalui mendistribusikan kekayaannya pada pasar keuangan. Atau dalam bahasa yang lain investor juga bisa memilih jenis sekuritas yang disesuaikan dengan kemungkinan besar-kecilnya resiko yang ingin dihadapi. Tentunya Konsep ini seringkali kita ketahui yaitu high-risk, high-return.

Selain itu dalam pembahasan pasar keuangan juga sering kali terjadi masalah agensi atau agency problem yaitu permasalahan yang muncul ketika seorang manajer itu mengejar kepentingan pribadinya dengan mengatasnamakan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Jadi seringkali juga hal ini itu terjadi ketika manajer itu memiliki sekian porsi saham secara personal di perusahaan. Nah caranya yang paling mudah adalah perlu dipisahkan antara kepemilikan saham yang bersifat personal dan kepemilikan manajemen di perusahaan tersebut. Sehingga dengan kepemilikan manajemen itu bisa mengurangi adanya permasalahan agency jadi manajer akan bekerja dengan serius untuk mendapatkan bonus yang bisa di ambil dari keuntungan perusahaan yang dibagi dalam bentuk dividen per lembar saham dari bukan keuntungan personal sebagai pemilik saham.

Sebenarnya permasalahan agency ini seringkali terjadi di berbagai perusahaan ya, tapi jangan kuatir ada 4 solusi untuk mencegah adanya agency problem. Yang pertama perlu adanya sebuah aturan yang jelas antara pendapatan manajer dengan keuntungan perusahaan. Sehingga manajer juga memiliki daya tarik untuk mendapatkan bonus yang besar ketika perusahaan itu mendapatkan untung yang besar, langkah kedua yaitu melakukan monitoring dari jajaran direksi kepada semua manajer untuk menghindari agency problem ini. Langkah ketiga yaitu adanya sebuah monitoring yang dilakukan Para investor investor besar dan juga meng-hire analis sekuritas. Langkah keempat yaitu bisa dilakukan takeover meskipun ini cara yang sedikit frontal.

Nah hal yang terpenting lagi selain mempertimbangkan aspek ekonomi secara makro dan pasar keuangan tadi, jika kalian mau menjadi investor, perlu aku share juga nih tentang apa aja sih proses investasi yang sering dilakukan oleh kebanyakan investor. Yang pertama yaitu manajemen portofolio. Manajemen portofolio ini adalah sebuah aktivitas untuk mengkoleksi aset-aset yang ada di pasar finansial. Seperti contoh melakukan koleksi saham perbankan misalnya bank BCA dan Bank Mandiri. Ditambah juga ada sector manufaktur contohnya ada memasukkan Semen Indonesia ke portfolio kalian. Nah proses itu disebut sebagai manajemen portofolio. Kemudian ada juga namanya alokasi aset. Yaitu sebuah proses untuk melakukan klasifikasi aset berdasarkan pilihan-pilihan yang kalian inginkan. Ini juga sangat penting untuk dilakukan ya. Kemudian ada juga proses seleksi sekuritas yaitu sebuah pemilihan sekuritas yang dilakukan pada masing-masing aset yang kalian miliki. Nah proses investasi itu juga ada pendekatan top down dan buttom up. Yaitu merupakan proses alokasi aset yang sebelumnya dilakukan analisis analisis keamanan untuk mengevaluasi sekuritas tertentu yang akan dimasukkan ke dalam portofolio kalian. Kemudian juga ada pendekatan bottom up yaitu investasi yang didasarkan pada daya tarik harga di pasar yang mungkin saja bisa berakibat positif atau juga negative dalam satu tempo. Bisa sangat tinggi sekali dan rendah sekali jika salah perhitungan, jadi buttom up ini didasarkan dari daya tarik harga sekuritas di pasar keuangan.

Nah, bagaimana rekan-rekan business insight, apakah kalian sudah siap untuk menjadi investor?

Oke, itu tadi OBROLAN INVETASI dari Badowi & Company edisi mengenal investasi dan pasar keuangan. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *