Competitive Profile Matrix (CPM)

The Competitive Profile Matrix (CPM) adalah alat yang membandingkan perusahaan dan para pesaingnya dan mengungkapkan kekuatan dan kelemahan relatif mereka.

Untuk lebih memahami lingkungan eksternal dan persaingan dalam industri tertentu, perusahaan sering menggunakan CPM. Matriks ini mengidentifikasi pesaing utama perusahaan dan membandingkannya menggunakan faktor penentu keberhasilan industri. Analisis ini juga mengungkapkan kekuatan dan kelemahan relatif perusahaan terhadap pesaingnya, sehingga perusahaan akan tahu, area mana yang harus ditingkatkan dan, area mana yang harus dilindungi. Contoh matriks ditunjukkan di bawah ini.

Pangsa pasar Hubungan yang terjalin Menguasai Pemasok
Kualitas Produk Akses ke pemasok utama Tenaga kerja terampil
Lokasi dari fasilitas Arah strategi yang jelas Efisiensi rantai pasok
Layanan Pelanggan Kapasitas produksi Integrasi rantai pasok
Kesetiaan pelanggan Penambahan fitur produk Pengiriman tepat waktu
Reputasi merk Presence online yang tinggi Daya saing harga
Kepuasan pelanggan Pengelolaan sosial media yang efektif Struktur biaya rendah
Posisi keuangan Ketrampilan dalam e-commerce Keberagaman produk
Cadangan kas Kualifikasi & pengalaman manajemen Produk Komplementer
Margin keuntungan Inovasi dalam produk dan jasa Tingkat integrasi produk
Budaya inovatif Promosi produk yang sukses Perputaran persediaan
Retensi karyawan Kemampuan pemasaran yang superior Produksi yang efisien
Penghasilan per karyawan Kemampuan periklanan unggulan Lean Production System
Inovasi per karyawan Kemampuan IT Jaringan pemasok yang kuat
Biaya per karyawan Ukuran anggaran iklan Jaringan distribusi yang kuat
Belanja R & D Efektivitas distribusi penjualan Desain produk
Tingkat integrasi vertikal Portofolio paten yang kuat Kepuasan karyawan
Paten baru per tahun Perencanaan dan penganggaran yang efektif Program CSR yang efektif
Pendapatan per produk baru Ragam saluran distribusi Penjualan per outlet
Power over distributor Pengenalan produk baru yang berhasil Dukungan Induk perusahaan

 

Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor-faktor penentu keberhasilan (CSF) adalah bidang-bidang utama, yang harus dilakukan pada tingkat keunggulan tertinggi yang mungkin jika organisasi ingin sukses dalam industri tertentu. Mereka bervariasi antara industri yang berbeda atau bahkan kelompok strategis dan mencakup faktor-faktor internal dan eksternal. Dalam contoh kami, kami telah menyertakan 11 CSF, yang biasanya tidak cukup mewakili. Faktor-faktor keberhasilan yang lebih penting termasuk analisis yang lebih kuat dan akurat. Daftar berikut memberikan beberapa CSF umum, tetapi daftar ini tidak pasti dan Anda harus memasukkan faktor spesifik industri dalam matriks Anda:

Bobot

Setiap faktor penentu keberhasilan harus diberi bobot mulai dari 0,0 (kurang penting) hingga 1,0 (sangat penting). Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya faktor tersebut dalam keberhasilan di industri ini. Jika tidak ada bobot yang ditetapkan, semua faktor akan sama pentingnya, yang merupakan skenario yang mustahil di dunia nyata. Jumlah semua bobot harus sama dengan 1.0. Faktor terpisah tidak boleh diberi terlalu banyak penekanan (memberi bobot 0,3 atau lebih) karena keberhasilan dalam industri jarang ditentukan oleh satu atau beberapa faktor.

Peringkat

Peringkat dalam CPM mengacu pada seberapa baik perusahaan melakukan di setiap area. Mereka berkisar antara 4 sampai 1, di mana 4 berarti kekuatan utama, kekuatan 3 – minor, kelemahan 2 – minor dan 1 – kelemahan utama. Rating, serta bobot, diberikan secara subyektif kepada masing-masing perusahaan, namun prosesnya dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui pembandingan. Benchmarking mengungkapkan seberapa baik perusahaan melakukan perbandingan dibandingkan satu sama lain atau rata-rata industri. Ingatlah bahwa perusahaan dapat diberi peringkat yang sama untuk faktor yang sama. Misalnya, jika Perusahaan A, Perusahaan B dan Perusahaan C, memiliki pangsa pasar 25%, 27% & 28%, mereka akan menerima peringkat 4 daripada menerima peringkat 2, 3 & 4.

Skor & Skor Total

Skor adalah hasil dari bobot dikalikan dengan peringkat. Setiap perusahaan menerima skor pada masing-masing faktor. Skor total hanyalah jumlah semua nilai individu untuk perusahaan. Perusahaan yang mendapat nilai total tertinggi relatif lebih kuat dari pesaingnya. Dalam contoh kita, pemain terkuat di pasar harus Perusahaan B (2,94 poin).

Manfaat CPM:

  • Faktor yang sama digunakan untuk membandingkan perusahaan. Ini membuat perbandingan lebih akurat.
  • Analisis menampilkan informasi pada sebuah matriks, yang memudahkan untuk membandingkan perusahaan secara visual.
  • Hasil dari matriks memudahkan pengambilan keputusan. Perusahaan dapat dengan mudah menentukan area mana yang harus mereka tingkatkan, lindungi atau strategi apa yang harus mereka kejar.

Menyusun CPM

Langkah 1. Identifikasi faktor penentu keberhasilan

Untuk mempermudah, gunakan daftar CSF kami dan sertakan sebanyak mungkin faktor. Selain itu, pertanyaan berikut harus membantu mengidentifikasi CSF industri: Mengapa konsumen lebih menyukai Perusahaan A daripada perusahaan B atau sebaliknya? Sumber daya, kemampuan, dan kompetensi apa yang dimiliki perusahaan? Apa keunggulan kompetitif kompetitif yang dimiliki perusahaan di industri? Mengapa beberapa perusahaan berhasil dan yang lainnya gagal dalam industri ini?

Langkah 2. Tetapkan bobot dan peringkat

Cara terbaik untuk mengidentifikasi bobot apa yang harus diberikan pada masing-masing faktor adalah membandingkan perusahaan dengan kinerja terbaik dan terburuk di industri ini. Perusahaan yang berkinerja baik biasanya akan melakukan kegiatan yang penting untuk kesuksesan di industri ini. Mereka akan menempatkan sebagian besar sumber daya dan energi mereka ke dalam kegiatan tersebut dibandingkan dengan organisasi berkinerja rendah. Bobot juga dapat ditentukan dalam diskusi dengan manajer tingkat atas lainnya. Penilaian harus diberikan dengan menggunakan benchmarking atau selama diskusi tim.

Langkah 3. Bandingkan skor dan ambil tindakan

Anda harus membandingkan skor pada masing-masing faktor untuk mengidentifikasi di mana kekuatan dan kelemahan relatif perusahaan berada. Dalam contoh pertama kami, Perusahaan A memiliki kekuatan relatif dalam ‘tingkat integrasi produk’, ‘rangkaian produk’ dan ‘variasi saluran distribusi’. Oleh karena itu, Perusahaan A harus melindungi area ini sambil mencoba memperbaiki kelemahannya dalam ‘penjualan per karyawan’ dan ‘pangsa pasar’. Perusahaan juga harus memperbaiki strateginya agar lebih sukses di industri ini.

Berikut ini merupakan contoh CPM dari beberasa maskapai penerbangan :

Faktor Penentu Keberhasilan (CSF) Bobot Garuda Indonesia Sriwijaya Air Singapore Airlines
    Peringkat Skor Peringkat Skor Peringkat Skor
Teknologi 0.11 5 0.55 4 0.44 4 0.44
Periklanan 0.05 5 0.25 5 0.25 3 0.15
Harga 0.17 3 0.51 5 0.85 3 0.51
Fasilitas 0.14 4 0.56 3 0.42 4 0.56
Pelayanan 0.23 4 0.92 3 0.69 4 0.92
Rute penerbangan 0.08 4 0.32 4 0.32 5 0.4
Ketepatan Waktu 0.1 3 0.3 3 0.3 4 0.4
Keamanan 0.12 4 0.48 4 0.48 4 0.48
TOTAL 1 3.89 3.75 3.86

 

Menurut hasil perhitungan SPM, Perusahaan Garuda Indonesia memiliki nilai yang paling tinggi diantara dua maskapai lainnya, dengan nilai 3,89.

12 Replies to “Competitive Profile Matrix (CPM)”

  1. dear admin, mengapa dibagian contoh peringkat yang digunakan sampai dengan angka 5, padahal pada keterangan peringkat hanya ada 1 s.d 4

    terimakasih

    salam

    1. Hi Fisit Suharti
      Terima kasih sudah mengunjungi Blog dari Badowi & Company. Semoga mendapatkan informasi bermanfaat terkait manajemen strategi dan inovasi.
      Terkait pertanyaannya, keterangan peringkat diilustrasikan 1-4 untuk memudahkan pembagian kualitas. Namun tidak menjadi keharusan, apabila analis memberikan penilaian 1-10 juga diperbolehkan, tentunya perlu diberi keterangan skala kekuatan dan kelemahannya. Apabila skala peringkat yang diberikan 1-10, tentunya nilai 1 adalah kelemahan utama, 5 adalah bersifat standar (sesuai kompetitor atau rata-rata peringkat di industri yang sama), dan 10 adalah kekuatan utama.

  2. Dear admin, cara menentukan besar kecilnya bobot itu bagaimana ya kak. Misal faktor 1 diberi bobot 0.2 terus faktor 2 diberi bobot 0.5. itu bagaimana caranya ya kak?

    1. Pemberian bobot diberikan berdasarkan skala faktor paling berpengaruh sampai paling tidak berpengaruh bagi perusahaan.
      Terima kasih

        1. Silahkan, berikut buku yang dijadikan referensi utama. Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts & Cases, 15th Edition. Fred R David, Francis Marion University. Terima kasih

  3. Dear admin.
    Untuk penentuan rating nya itu ditentukan oleh siapa? Apakah harus dengan kuisioner atau interview dengan pihak manajemen?

    1. Bobot diberikan melalui skala prioritas untuk masing-masing indikator. Total bobot untuk semua indikator baik dari aspek internal dan eksternal adalah 100% atau 1. Sedangkan penilaian terhadap ranking yaitu dalam skala linkert 1-5 (1 yaitu ranking kecil/tidak siginifikan/tidak berpengaruh terhadap perusahaan dan 5 yaitu ranking tinggi/paling siginifikan/paling berpengaruh terhadap perusahaan). Nilai akhir diperoleh dari Bobot x Ranking. Lalu total dari nilai akhir pada aspek internal dan eksternal adalah angka yang akan digunakan dalam proses pemetaan layanan atau perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *