Analisa Lima Kekuatan Porter (Analisa Industri)

Analisa lima kekuatan porter merupakan alat yang digunakan untuk menentukan intensitas persaingan industri dan tingkat keuntungannya

Lima model kekuatan diciptakan oleh M. Porter pada tahun 1979 untuk memahami bagaimana lima kekuatan persaingan utama mempengaruhi suatu industri. Kelima kekuatan yang diidentifikasi adalah:

  1. Ancaman pendatang baru.

Ancaman pendatang baru memiliki kekuatan dalam menentukan seberapa mudah (atau tidak) untuk memasuki industri tertentu. Ancaman pendatang baru ini terjadi jika sebuah industri menguntungkan dan hanya ada beberapa hambatan untuk masuk, sehingga persaingan meningkat. Bila lebih banyak perusahaan bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar yang sama, keuntungan mulai turun. Ancaman pendatang baru tinggi ketika:

  • Memerlukan modal yang sedikit
  • Perusahaan yang ada tidak memiliki hak paten, merek dagang atau tidak memiliki reputasi merek;
  • Tidak ada peraturan pemerintah;
  • Tidak memerlukan banyak biaya bagi perusahaan untuk beralih ke industri lain
  • Ada loyalitas pelanggan yang rendah;
  • Produk yang dihasilkan hampir identik;
  • Skala ekonomi dapat dengan mudah dicapai.
  1. Kekuatan Penawaran Pemasok

Terjadinya kanaikan harga dan pengurangan kualitas dari produk yang dihasilkan suatu perusahaan merupakan hal yang harus mendapat perhatian, artinya pemasok menggunakan kekuatan untuk bersaing dalam industri. Kekita pemasok memiliki kekuatan tawar yang kuat, maka pemasok akan menjual bahan mentah  dengan harga lebih tinggi atau rendah kepada pembeli mereka. Ini secara langsung mempengaruhi keuntungan perusahaan dalam membeli, karena harus membayar lebih untuk bahan. Pemasok memiliki daya tawar yang kuat saat:

  • Ada sedikit pemasok tapi banyak pembeli;
  • Terdapat sedikit bahan baku pengganti
  • Biaya penggantian bahan baku sangat tinggi.
  • Pemasok memiliki sumber daya yang langka;
  1. Kekuatan Penawaran Pembeli

Kemampuan pembeli untuk membeli barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan dapat memberikan kekuatan bagi pembeli untuk mempengaruhi perusahaan dalam bersaing dalam industri. Pembeli memiliki kekuatan untuk menuntut harga yang lebih rendah atau kualitas produk yang lebih tinggi dari produsen. Harga yang lebih rendah berarti menurunkan pendapatan bagi produsen, sementara produk berkualitas tinggi biasanya menaikkan biaya produksi. Kedua hal ini menghasilkan keuntungan yang lebih rendah bagi produsen. Pembeli memberikan daya tawar yang kuat saat:

  • Membeli dalam jumlah banyak (grosir)
  • Hanya sedikit pembeli yang ada;
  • Biaya pengalihan ke pemasok lain rendah;
  • Ada banyak produk pengganti;
  • Pembeli sensitif terhadap harga
  1. Ancaman Produk Pengganti

Produk pengganti muncul dalam bentuk berbeda, tetapi dapat memuaskan kebutuhan yang sama dari produk lain. Kekuatan ini sangat mengancam ketika pembeli dapat dengan mudah menemukan produk pengganti dengan harga menarik atau kualitas yang lebih baik dan pembeli dapat beralih dari satu produk atau jasa ke produk atau jasa lain dengan sedikit biaya. Misalnya, untuk memuaskan kebutuhan bahan bakar, pembeli yang awalnya mengkonsumsi bahan bakar premiun beralih ke pertalite karena harga yang tidak terlalu jauh berbeda, namun dengan kualitas yang lebih baik, tidak seperti beralih dari mobil ke sepeda.

  1. Persaingan di antara kompetitor yang ada

Kekuatan ini merupakan penentu utama seberapa kompetitif dan seberapa menguntungkan sebuah industri. Dalam industri yang kompetitif, perusahaan harus bersaing secara agresif untuk meraih pangsa pasar. Hal ini berdampak pada keuntungan yang rendah. Persaingan antar pesaing sangat ketat saat:

  • Ada banyak pesaing;
  • Hambatan keluar tinggi;
  • Pertumbuhan industri lambat atau negatif;
  • Produk tidak bervariasi dan dapat dengan mudah diganti;
  • Pesaing memiliki kemampuan yang sama;
  • Loyalitas pelanggan rendah.

Meskipun, Porter awalnya memperkenalkan lima kekuatan yang mempengaruhi industri, para ilmuwan telah menyarankan untuk memasukkan kekuatan keenam: Pelengkap. Pelengkap meningkatkan permintaan produk primer yang digunakan, sehingga meningkatkan potensi keuntungan perusahaan dan industri. Misalnya, Honda sparepart merupakan pelengkap atas produk sepeda motor dengan merk Honda dan nilai tambah untuk kedua produk. Akibatnya, penjualan motor Honda dan Honda sparepart meningkat, meningkatkan keuntungan Honda.

Langkah-langkah melakukan Analisis Lima Kekuatan Porter

Langkah 1. Kumpulkan informasi tentang masing-masing dari lima kekuatan.

Apa yang harus dilakukan manajer selama langkah ini adalah mengumpulkan informasi tentang industri mereka dan untuk memeriksanya terhadap masing-masing faktor (seperti “jumlah pesaing dalam industri ini”) yang mempengaruhi kekuatan tersebut. Kami telah mengidentifikasi faktor terpenting dalam tabel di bawah ini.

Faktor Lima Kekuatan Porter

Ancaman Pendatang Baru

  • Jumlah modal yang dibutuhkan
  • Persaingan oleh perusahaan yang ada
  • Hambatan hukum (hak paten, hak cipta, dll.)
  • Reputasi merek
  • Diferensiasi produk
  • Akses ke pemasok dan distributor
  • Skala ekonomi
  • Biaya hangus
  • Peraturan Pemerintah

Kekuatan pemasok

  • Jumlah pemasok
  • Ukuran pemasok
  • Kemampuan untuk menemukan bahan pengganti
  • Kelangkaan bahan
  • Biaya beralih ke bahan alternative
  • Ancaman untuk mengintegrasikan ke depan

Kekuatan pembeli

  • Jumlah pembeli
  • Ukuran pembeli
  • Ukuran tiap pesanan
  • Biaya pembeli untuk mengganti pemasok
  • Ada banyak produk pengganti
  • Sensitivitas harga

Ancaman produk pengganti

  • Jumlah pengganti
  • Kinerja pengganti
  • Biaya untuk  beralih dari produk ke produk pengganti

Persaingan di antara kompetitor yang ada

  • Jumlah pesaing
  • Biaya meninggalkan sebuah industri
  • Tingkat pertumbuhan dan ukuran industri
  • Diferensiasi produk
  • Ukuran Pesaing
  • Loyalitas pelanggan
  • Tingkat biaya iklan

Langkah 2. Menganalisis hasilnya dan tampilkan pada diagram.

Setelah mengumpulkan semua informasi, Anda harus menganalisisnya dan menentukan bagaimana masing-masing kekuatan mempengaruhi industri. Misalnya, jika ada banyak perusahaan dengan ukuran yang sama dan beroperasi di industri dengan pertumbuhan lambat, berarti persaingan antara perusahaan yang ada saat ini adalah kuat. Ingat bahwa lima kekuatan mempengaruhi industri yang berbeda secara berbeda sehingga jangan menggunakan hasil analisis yang sama untuk industri serupa sekalipun

Langkah 3. Merumuskan strategi berdasarkan kesimpulan.

Pada tahap ini, manajer harus merumuskan strategi perusahaan dengan menggunakan hasil analisis. Misalnya, jika sulit mencapai skala ekonomi di pasar, perusahaan harus mengejar strategi kepemimpinan biaya. Strategi pengembangan produk harus digunakan jika pertumbuhan pasar saat ini lamban dan pasar jenuh.

Contoh Analisis Lima Kekuatan Porter :

Industri Telekomunikasi

Ancaman Pendatang Baru

Jumlah modal yang dibutuhkan besar dan tidak adanya peraturan pemerintah. Sehingga, kemungkinan kecil adanya pendatang baru untuk memasuki industri ini.

Kekuatan pemasok

Kebutuhan kabel serat optik bagi perusahaan penyedia jasa telekomunikasi sebagian besar masih diimpor dari luar negeri sehingga apabila nilai tukar mata uang dalam negeri melemah hal ini yang menjadi permasalahan. Kondisi daya tawar perusahaan telekomunikasi indonesia tidak terlalu lemah karena pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan.

Kekuatan pembeli

Pembeli di Indonesia tidak memiliki daya tawar untuk mempengaruhi industri. Hal ini dikarenakan penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia terbatas pada beberapa perusahaan saja.

Ancaman pengganti

Tidak adanya produk pengganti telekomunikasi sejauh ini.

Persaingan di antara kompetitor yang ada

Biaya meninggalkan sebuah industri tinggi, karena telah membangun infrastruktur telekomunikasi di seluruh Indonesia untuk memperkuat jaringan. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi menyediakan berbagai macam variasi produk yang bisa dinikmati oleh pelanggannya.

One Reply to “Analisa Lima Kekuatan Porter (Analisa Industri)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *